1Maka jawab Bildad, "Hai Ayub, kapankah kau habis bicara? Diamlah, dan dengarkanlah kini kami mau berkata-kata.2(18:1)3Mengapa kauanggap kami dungu, dan kausamakan kami dengan lembu?4Kemarahanmu hanya menyakiti dirimu. Haruskah untuk kepentinganmu bumi kehilangan penduduknya, dan gunung-gunung dipindahkan dari tempatnya?5Pelita orang jahat pasti dipadamkan; apinya tak akan pernah lagi dinyalakan.6Terang dalam kemahnya menjadi pudar; pelita penerangnya tidak lagi bersinar.7Langkahnya yang mantap menjadi terhuyung-huyung; rancangannya sendiri menyebabkan ia tersandung.8Ia berjalan ke dalam jaring, maka tersangkutlah kakinya.9Tumitnya terjerat oleh perangkap, sehingga tertangkaplah ia.10Di tanah, tersembunyi tali jerat; di jalan, terpasang jebak dan pikat.11Orang jahat dikejutkan oleh kengerian dari segala arah; ketakutan mengikutinya langkah demi langkah.12Dahulu ia kuat, kini ia merana; bencana menemaninya di mana-mana.13Kulitnya dimakan penyakit parah; lengan dan kakinya busuk bernanah.14Ia direnggut dari kemahnya, tempat ia merasa aman, lalu diseret untuk menghadap kematian.15Kini siapa saja boleh tinggal dalam kemahnya, dan di situ ditaburkan belerang, pembasmi penyakitnya.16Akar-akarnya gersang dan berkerut; ranting-rantingnya kering dan kisut.17Ia tak dikenal lagi di dalam maupun di luar kota; tak ada seorang pun yang masih ingat namanya.18Dari terang ia diusir ke dalam kegelapan; dari dunia orang hidup ia dienyahkan.19Anak dan keturunan ia tak punya; di kampung halamannya seorang pun tak tersisa.20Mendengar nasibnya penduduk di barat terkejut, sedang penduduk di timur gemetar karena takut.21Begitulah nasib orang durhaka, mereka yang tidak mengindahkan Allah."